Trump : Kecamuk Antara Globalisasi VS Proteksionisme

Home / Politik dan Kebangsaan / Trump : Kecamuk Antara Globalisasi VS Proteksionisme

Sebelumnya, Saya ingin mengucapkan selamat atas dilantiknya Presiden Trump. Keterpilihan trump menyumbang ketidakpastian global yang cukup rawan. Baik dalam sisi politik maupun ekonomi serta hubungan antar bangsa di kancah Internasional. Keterpilihan trump yang merupakan simbol dari kemenangan kelompok yang selama ini termarginalkan oleh Globalisasi serta kelompok2 yang tertindas oleh kalangan elit.

Gelombang serupa kini juga tengah menjangkiti beberapa negara di Eropa, beberapa tokoh sayap kanan konservatif memiliki potensi besar untuk unggul dalam Pemilu di Eropa. Sebut saja La Pene di Prancis atau Greet Wilders di Belanda yang kini tampil senagai tokoh yang cukup getol dalam menyuarakan misi proteksionisme ini.

Akankah Tren ini menandakan berakhirnya abad globalisasi dan mulainya abad baru yang dibayang2i proteksionisme dan nasionalisme akut yang menghantarkan dunia menuju ketidakpastian. Atau gerakan ini hanyalah riak2 kecil dalam dinamisasi dunia di tengah missmanagement risiko globalisasi, sehingga track record globalisasi yang gemilang yang pada abad 20 mampu melahirkan pemerataan dan menggeliatkan ekonomi amerika serikat sedang berada di Titik Nadir. Kritik yang mendukung opini tersebut datang dari Jack Ma yang lebih meminta AS untuk tidak menyalahkan globalisasi tetapi terus berbenah dan memanfaatkan potensi yang dimiliki.

Amerika serikat telah mendapatkan profit yang tidak kecil dalam era globalisasi, industri Elektronik khususnya software nya merajai dunia, tenaga kerja yang dimiliki dengan mudah ditransfer ke berbagai negara di dunia, khususnya mexico dan sekitarnya.

Pilihan kebijakan yang ditempuh Trump mendapat pertentangan. Sungguh berat memanng menjadi pemimpin negara adikuasa amerika serikat yang membawai 300 Juta penduduk dengan berbagai Suku, Ras dan agama serta kepentingan yang tidak sederhana. Maka aspek Leadership dan Openmind dari seorang Trump di sini diuji. Apakah dia dapat menjadi pribadi yang benar-benar mengantarkan amerika sebagaimana mimpinya mengembalikan kejayaan amerika Atau justru Sikap antiglobalisasinya menghancurkan Amerika baik dari dalam maupun dari Luar.

(Moh Mualliful Ilmi – Head of HIMKA ITS 16/17)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *