Microbial Fuel Cell Sebagai Bioremediasi Dan Bioelektrokimia Dengan Menggunakan Biosorben Kulit Singkong (Manihot Utilissima) Untuk Analisa Aktivitas Daya Reduksi Logam Berat Kromium (vi) Dengan Teknik Kombinasi Bio (Adsorbsi-Elektrokimia)

Home / Jurnal Karya Ilmiah / Microbial Fuel Cell Sebagai Bioremediasi Dan Bioelektrokimia Dengan Menggunakan Biosorben Kulit Singkong (Manihot Utilissima) Untuk Analisa Aktivitas Daya Reduksi Logam Berat Kromium (vi) Dengan Teknik Kombinasi Bio (Adsorbsi-Elektrokimia)

Microbial Fuel Cell Sebagai Bioremediasi Dan Bioelektrokimia Dengan Menggunakan Biosorben Kulit Singkong (Manihot Utilissima) Untuk Analisa Aktivitas Daya Reduksi Logam Berat Kromium (vi) Dengan Teknik Kombinasi Bio (Adsorbsi-Elektrokimia)

Dalam beberapa tahun terakhir, Microbial Fuel Cell (MFC) telah muncul sebagai salah satu aplikasi yang paling pragmatis dalam arah pengoalahan logam Cr (VI). Teknologi berdasarkan MFC mewakili pendekatan baru limbah menjadi energi generasi. MFC adalah metode yang menjanjikan untuk mengubah energi kimia dalam limbah organik menjadi listrik menggunakan mikroorganisme dan juga keuntungan dari melakukan mekanisme ditambah memperlakukan air limbah yang mengandung polutan. Proses perawatan ini menggunakan pengurangan biokatalis mikrobiologis  Cr (VI) menjadi Cr (III), yang telah memperoleh perhatian luas baru-baru ini (Feng, et al 2008). Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi air limbah Cr6+ terkontaminasi dalam MFC menggunakan teknik kombinasi bioadsorbsi dan bioelektrokimia, dimana microbial fuel cell sebagai bioremediasi dan bioelektrokimia dengan menggunakan biosorben kulit singkong (manihot utilissima) untuk analisa aktivitas daya reduksi logam berat Cr (VI). Pada penelitian ini didapatkan hasil yang optimum Zymomonas Mobilis ialah bakteri penghasil etanol yang optimum yang dapat mengurangi kadar Cr (VI) sebesar 39,2824 %.Hasil pengurangan kadar logam Cr(VI) yang dengan metode bioelektrokimia dan metode biosorpsi yang paling terbaik adalah metode bioelektrokimia-biosorpsi.Hasil pengurangan kadar logam Cr(VI) yang dengan metode bioelektrokimia-biosorpsi pada variasi pH yang paling terbaik adalah pada pH 1 dengan waktu kontak 15 dan 20 menit.Diapatkan pada variasi waktu kontak terjadi penurunan potensial listrik diindikasikan bahwa berkurangnya kadar Cr (VI) pada kompartemen katoda.Hasil potensial listrik yang dihasilkan dari penelitian ini yang paling tertinggi pada variasi pH 1 sebesar 405 mV, pada pH 4 sebesar 358 mV, pada pH 7 sebesar 314 mV, pada pH 10 sebesar 279, dan pada pH 13 sebesar 268.  Biosorben kulit singkong mempunyai kemampuan yang unik, penyerapan dapat melalui pengikatan aktif dan pasif. Pengikatan aktif melibatkan reaksi metabolisme terjadi pada biosorben kulit singkong yang hidup sedangkan pengikatan pasif hanya terjadi pada biosorben kulit singkong yang telah mati (Drake, 1996). Pada pengikatan pasif, penyerapan terjadi pada permukan dinding sel dan permukan eksternal lainya melalui mekanisme kimia dan fisika seperti pertukaran ion, pembentukan kompleks, dan adsorpsi secara keseluruhan (Gad, 1993).FTIR karbon aktif mempunyai pita serapan pada bilangan gelombang 3412 cm-1 yang  merupakan gugus fungsi OH, yang diperkuat dengan adanya pita serapan pada 1323 cm-1 yang merupakan OH (bending) dan 1109 cm-1 yang menunjukkan adanya vibrasi C-O dari OH sekunder, dan adanya pita serapan pada 3000-2750 cm-1 yang merupakan C-Hsp3.

– Rahadian Abdul Rachman, dkk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *