Produk Unggulan Jamur Tiram Putih Berprotein Tinggi Dengan Media Tanam Kayu Sengon, Ampas Tebu Dan Rumput Gajah

Home / Jurnal Karya Ilmiah / Produk Unggulan Jamur Tiram Putih Berprotein Tinggi Dengan Media Tanam Kayu Sengon, Ampas Tebu Dan Rumput Gajah

Produk Unggulan Jamur Tiram Putih Berprotein Tinggi Dengan Media Tanam Kayu Sengon, Ampas Tebu Dan Rumput Gajah

113285

Salah satu kebutuhan nutrisi yang harus dipenuhi untuk pertumbuhan dan perkembangan adalah protein. Protein sendiri berfungsi untuk zat pembangun dan pendorong metabolisme pada tubuh manusia. Sehingga protein merupakan zat gizi yang berperan penting di dalam tubuh serta regenerasi sel rusak. Di Indonesia, khususnya di  daearah pinggiran masih banyak masyarakat yang mengalami kekurangan asupan protein sehingga terjangkit penyakit kwasioskhor. Adapun gejala yang dialami bagi setiap tubuh manusia yang terkena kwasioskhor yaitu rambut menjadi mudah rontok, kulit lebih sensitif terkadang timbul borok, tidak bertenaga, atrofi otot, pembengkakan pada pergelangan kaki, sistem kekebalan tubuh menurun, pernurunan mental. Protein dapat berasal dari makananan hewani maupun hayati. Disisi lain protein hewani banyak mengandung kadar lemak  tinggi dan kadar serat rendah yang banyak dihindari khususnya lacto-ovo vegetarian. Hasil riset Academy of Nutrition and Dietetics (2009) menyatakan bahwa pola makan nabati berhubungan dengan rendahnya tekanan darah dan kolesterol serta mengurangi resiko kanker dan penyakit kronis lainya (Widiyani dan Rosmha. 2013). Oleh karena itu untuk konsumsi lacto-ovo vegetarian dibutuhkan kadar lemak yang rendah dan kadar serat pangan yang tinggi seperti yang dikandung oleh jamur tiram putih. Sumber protein hayati lebih banyak diperhitungkan karena selain memiliki kandungan protein serta vitamin dan serat yang tinggi seperti yang dikandung oleh Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). Kandungan jamur ini telah banyak dibudidayakan oleh masyarakat karena mempunyai nilai kandungan gizi yang cukup tinggi, yaitu karbohidrat 57,6-81,8 gram, protein 7,8- 17,72 gram, lemak 1-2,3 gram, serat kasar 5,6-8,7 gram, Ca 21 mg, Fe 32 mg, thiamin 0,21 mg, riboflavin 7,09 gram. Kandungan protein dan serat yang tinggi jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) bergantung pada media tanamyang digunnakan atau biasa disebut baglog, oleh karena itu dilakukan penelitian untuk menghasilkan jamur tiram putih yang tinggi protein. Pada program kreativitas mahasiswa ini dilakukan penelitian terhadap media tanam apa yang dapat meghasilkan produk jamur tiram putih berprotein tinggi. Digunakkan media tanam berupa limbah biomassa yang mengandung selulosa tinggi. Variasi media tanam yang digunakan adalah ampas tebu, kayu sengon  dan rumput gajah. Pada penelitian ini digunakan variasi komposisi media tanam yaitu menggunakan 6 variasi komposisi media tanam.  Serta, pengujian kandungan protein menggunakan metode Khjdal. Selain dilakukan uji protein, juga dilakukan uji fisik, uji serat, dan uji kandungan air pada jamur tiram putih. Setelah dilakukan pengujian pada jamur tiram maka di dapatkan hasil bahwa jamur tiram yang berprotein tinggi terdapat pada variasi komposisi kayu sengon 100%.

– Ulva Martia, dkk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *