English Debate Competition HIMKA ITS 2018

By Event Leave a comment

Surabaya – Departemen Hubungan Luar HIMKA ITS mengadakan agenda rutinnnya yaitu English Debate Competition pada hari Rabu (14/3/2018), acara ini merupakan acara kedua kalinya setelah tahun 2017 lalu diadakan. English Debate diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan iklim internasionalisasi kalangan mahasiswa Departemen Kimia, Fakultas Ilmu Alam, ITS. Selain itu, acara ini juga dapat menjadi wadah mahasiswa kimia untuk meningkatkan kemampuan berbicara dalam Bahasa Inggris serta melatih untuk berpikir kritis. Kali ini Departemen Hubungan Luar HIMKA mengangkat tema “Creating Critical Thinking Through Environment”. Acara ini berlangsung pada pukul 19.30 WIB di ruang J-116 dan J-117, Gedung Departemen Kimia FIA ITS.

Sehari sebelumnya, telah dilakukan pertemuan teknis mengenai teknik debat, motion launching, dan pembagian tim. Materi mengenai teknik debat disampaikan oleh Rizky Mayardiyah Syafitri P., mahasiswa Teknik Biomedik. English Debate ini menggunakan British Parliementary System dimana itu merupakan sistem debat yang umum digunakan di tingkat universitas. English Debate diikuti oleh perwakilan angkatan 2014, 2015, 2016 dan 2017, dimana setiap angkatan menunjuk empat delegasi. Selanjutnya dari empat orang tersebut dibagi menjadi dua tim dengan masing-masing tim terdiri dari dua orang. Dalam keseluruhan terdapat 8 tim yang dibagi dalam dua ruang dimana tim A menempati ruang J-116 sedangkan tim B menempati ruang J-117.

Topik yang diperdebatkan pada babak penyisihan adalah mengenai kewenangan Pemerintah Indonesia dalam mengimpor minyak dan gas dari UEA (Uni Arab Emirat) daripada membangun sektor eksplorasi sendiri di Indonesia. Terdapat dua babak, yaitu babak penyisihan dan babak final. Tim 2016 (B) yang terdiri dari Venny Nur Afifah dan Arini Amalia Choir, 2015 (A) yang terdiri dari Nanda Prayoga dan Eka Novia Sari, 2015 (B) yang terdiri dari Bagus Febri R. dan Rafika Amalia, dan 2014 (A) yang terdiri dari M. Mualiful Ilmi dan Yulinar Dwi Nur A. berhasil masuk ke babak final setelah kurang lebih satu jam berdebat.

Keputusan yang diambil juri Muhammad Itqon Askary dan Muhammad Abdan Syakura dari ITS Debating Society (IDS) tepat, pasalnya tim yang masuk final ini memiliki kemampuan yang bagus dalam menganalisa mosi dan menyampaikan argumen-argumennya. Mosi pada babak final diberikan langsung sebelum debat dimulai, masing-masing tim memiliki waktu lima belas menit untuk membangun kasus yang akan diperdebatkan. Setelah melalui diskusi panjang, akhirnya dewan juri memutuskan tim 2014 (A) menjadi juara pertama dan 2015 (A) menjadi juara kedua.

Leave a Reply

Your email address will not be published.